Kapan Waktu Panen Sayuran yang Tepat pada Budidaya Akuaponik?
Keunggulan utama dari budidaya akuaponik yaitu memiliki sayuran organik
tanpa bahan kimia. Sehingga membuat kita semakin tidak sabar untuk memanen
sayuran organik tersebut. Namun, setiap jenis sayuran memiliki waktu panen yang
berbeda-beda. Karena jika terlambat untuk memanen, sayuran akan tua. Sehingga,
sayuran menjadi agak keras dan cenderung memiliki rasa yang tidak enak untuk
dikonsumsi (pahit). Namun, jika terlalu awal dipanen, jumlah sayuran yang
dihasilkan sedikit karena masih terlalu kecil. Penasaran kan, bagaimana sih
cara untuk memanen sayur pada budidaya akuaponik? Yuk langsung simak postingan
ini!!
Ciri-Ciri Fisik Sayuran yang Siap Panen yaitu:
- Terlihat segar
- Ukuran seragam
- Memiliki warna yang cerah
- Tidak rusak karena hama dan penyakit
- Mempunyai tampilan yang baik
Waktu Panen
Waktu panen yang baik dilakukan pada pagi, yaitu antara pukul
05.00 - 06.00. Karena pada saat di pagi hari, kondisi sayuran masih segar. Jika hasil
panen ingin dijual, maka lakukan proses pengemasan segera. Sedangkan jika untuk
dikonsumsi, sebaiknya cuci terlebih dahulu.
Setiap jenis sayuran memiliki waktu panen yang berbeda-beda, yaitu:
· Sawi : dipanen pada 25-30 hari
· Bayam hijau : dipanen pada 25-30 hari
· Pakcoy: dipanen pada 30 hari
· Selada: dipanen pada 30 hari
· Kangkung: dipanen pada 25-28 hari
· Basil: dipanen pada 30-50 hari
· Timun: dipanen pada 2-3 minggu
· Tomat: dipanen pada 2-4 minggu
Teknis Panen
Panen sayuran pada budidaya akuaponik dapat dilakukan bertahap yaitu menggunakan metode first in first out. Metode ini sangat cocok untuk akuaponik skala rumah tangga. Artinya, jika anda memiliki banyak lubang tanam, seleksi panen perlu dilakukan untuk sayuran yang paling lama ditanam terlebih dahulu. Untuk memulai cara panen akuaponik dapat dilakukan dengan cara:
- Mencabut sayuran dari netpot
- Lalu letakkan netpot pada bak
- Letakkan sayuran pada keranjang dengan posisi vertikal.
- Pastikan sayuran tidak ditumpuk secara padat agar kondisi fisik sayuran tidak ada yang patah akibat tertekan.
Proses pemanenan disesuaikan dengan jenis sayuran yang ditanam, sebagai
contoh untuk sayuran berdaun seperti sawi, bayam, selada sebaiknya dipanen bersamaan
dengan akarnya. Adapun jenis sayuran daun yang dipanen dengan cara dipangkas
yaitu seperti kangkung dan pakcoy. Setelah
sayuran terkumpul, sayuran disortir untuk dipisahkan dari sayuran yang rusak
dan beberapa kotoran yang menempel pada sayuran. Jika sayuran akan dijual ke
pasar, rockwool dan akar sebaiknya tidak dicabut. Hal itu bertujuan sebagai
identitas bahwa tanaman ditanam secara hidroponik.
Referensi:
https://www.pertanianku.com/cara-panen-akuaponik-yang-tepat/
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2020
Riawan, N. 2016. Step by
Step Komplet Membuat Instalasi Akuaponik Portabel (1m2) Hingga
Memanen. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
http://hidroponikshop.com/blog/daftar-masa-panen-sayuran-hidroponik/
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2020
Alex. 2020. Senangnya
Idah Panen Sawi Pakcoy dan Selada dengan
Sistem Akuaponik. Diakses pada tanggal 10 Agustus 2020. https://hulondalo.id/senangnya-idah-panen-sawi-pakcoy-dan-selada-dengan-sistem-aquaponik/
http://www.aquasol.org/uploads/7/0/7/0/70700977/guidelines_for_12_common_aquaponic_plants.pdf
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2020

Komentar
Posting Komentar