Model Akuaponik: Peralatan dan Bahan Model DWC (Deep Water Culture)
Komponen-komponen Utama Pada Model Akuaponik DWC (Deep Water Culture)
Model DWC (Deep Water Culture) juga dikenal sebagai model akuaponik sistem rakit apung. Dimana pada model ini, air disirkulasikan melalui saluran panjang pada kedalaman 20 cm dan rakitnya mengapung diatasnya. Menurut Departemen Perikanan dan Akuakultur FAO (2015), model DWC memiliki beberapa komponen utama yaitu:1. Aliran Air.
Pada model DWC air mengalir secara gravitasi dari tangki ikan, melalui filter mekanis dan kedalam kombinasi biofilter. Dari biofilter kemudian air dipompa ke dua arah melalui konektor dan katup. Sebagian air kemudian dipompa langsung kembali ke tangki ikan. Berikut merupakan diagram alir air:
2. Filtrasi
Dengan filtrasi
yang tidak memadai, unit-unit dari model DWC akan tersumbat dan akan berdampak
buruk terhadap tanaman dan ikan.
3. Kolam
DWC
Kolam DWC memiliki panjang yaitu satu hingga puluhan meter tergantung dengan tempat yang digunakan. Semakin panjang memungkinkan pasokan nutrisi memadai karena volume air yang digunakan besar.
Bahan dan Peralatan Serta Tahapan Merakit Akuaponik Sederhana Model DWC (Deep Water Culture)
Berikut merupakan bahan dan peralatan dari akuaponik sederhana model DWC:
1. Kolam/bak
ikan
Kolam bisa memakai kolam fiber, kolam beton,
maupun menggunakan bak plastik
2. Pompa
air
Dikarenakan akan membuat akuaponik sederhana,
maka hanya perlu menggunakan pompa akuarium yg kecil.
3.
Bak/wadah untuk menanam (grow bed)
Wadah yang digunakan yaitu yang biasa digunakan
untuk hidroponik pada umumnya.
4. Pipa
Pemipaan digunakan untuk mengatur aliran air
maupun untuk pembuatan sistem siphon/pasang surut grow bed. Adapun jenis pipa yang sering digunakan pada akuaponik:
- Verlop ring
- Verlop sock
- Sock
- T sock
- L sock
- Oversock
- Kran air dan lain sebagainya
5.
Bibit
Tanaman dan Bibit Ikan
6. Air
Tahapan Merakit:
1. Lubangi
wadah pada bagian bawahnya yang akan dipasang verlop ring dan bagian samping untuk penempatan kran.
2. Pasang verlop ring pada lubang bawah wadah. Dapat
menggunakan verlop ring ukuran 3/4
3. Pasang verlop sock pada drat verlop ring, pemasangan
ini bertujuan untuk mengatur tinggi air pada
grow bed sekaligus sebagai
pembuangan apabila debit air yg masuk terlalu
banyak.
4. Pasang verlop sock pada lubang samping dan
pasang kran pada verlop tersebut.
5. Siapkan tanaman letakkan pada grow bed tersebut. Setelah umur bibit
sudah siap tanam, kemudian dapat di pindah ke media tanam sistem akuaponik.
6. Grow
bed akuaponik DWC sudah selesai.
7. Letakkan grow
bed diatas kolam atau bak ikan yang telah diisi ikan, dan jangan lupa untuk
membuka kran bagian samping.
(Kebunpedia.com).
Bahan dan Peralatan Serta Tahapan Merakit Akuaponik Skala Besar Model DWC (Deep Water Culture)
Berikut merupakan bahan dan peralatan dari
akuaponik skala besar model DWC:
1.
1 Kolam
ikan berukuran 2.000 liter
2.
![]()
2 Drum plasik berukuran 300 liter sebagai swirl filter dan nitrification tank
3.
1 Kolam
sentral berukuran 2 x 2 x 1 meter
4.
1
Tangki penampungan berukuran 1.000 liter
5.
1
Lembar triplek degan ketebalan 2 mm dan 1 mm
6.
¼ m3 Kayu papan
dengan ketebalan 2 cm
7.
¼ m3 Kayu balok
dengan ketebalan 4 cm
8.
6 meter
plastik terpal
9.
1 Lembar stryofoam tebal 5 cm
10. 1
Batang pipa 1 inchi dan 1,5 inchi
11. Stop kran, drat luar, vsock, knee, dan tee berbagai ukuran menyesuaikan lekukan dan penempatan komponen sistem akuaponik
12. Gergaji,
lem pipa, paku, sekrup, dan bor hole saw
13. 1 unit
pompa air dan disk filter
14. Bibit
tanaman dan Bibit Ikan
Tahapan Merakit:
- Siapkan grow bed menggunakan rangka kayu serta alas triplek yang dilapisi stryofoam dan plastic terpal di sekeliling grow bed bagian dalam. Pastikan tidak ada kebocoran pada growbed.
- Potong stryofoam sesuai ukuran alas hingga menutupi grow bed. Lubangi stryofoam untuk tempat tanaman dengan jarak tanam 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm. Tempatkan secara mengambang di atas grow bed yang telah diisi air.
- Tempatkan pipa 1 inchi di salah satu sisi untuk pipa saluran masuknya air ke dalam grow bed. Sisi yang lain untuk saluran keluarnya air menggunakan pipa 1,5 inchi sebagai batas dasar air di dalam grow bed yang siap digunakan.
- Setelah grow bed selesai, atur jalur sirkulasi air dari kolam ikan menuju swirl filter, lalu nitrification tank. Kemudian, aliran air menuju kolam sentral, lalu ke tangki penampungan menggunakan bantuan pompa. Air di dalam tangki penampungan disirkulasikan menuju grow bed dan aliran keluarnya kembali menuju ke kolam sentral (Sungkar, 2015).
Referensi:
Departemen
Perikanan dan Akuakultur FAO. 2015. Deep Water Culture Aquaponic Unit: Step by
Step Description. Uganda.
Sungkar,
Mark. 2015. Akuaponik Ala Mark Sungkar. Jakarta Selatan: Agromedia Pustaka.


waah keren ya model akuaponik, mantap kak
BalasHapus