Deep Water Culture (DWC), Model Akuaponik Andalan Pembudidaya
Deep Water Culture atau
yang bisa disebut juga dengan DWC menjadi salah satu model akuaponik yang unik!
Wah, menarik bukan? Model ini juga menjadi salah satu model yang sering
diaplikasikan oleh pembudidaya akuaponik karena sistemnya yang mudah dan
sederhana. Lalu, kira-kira apa saja karakteristik yang harus diperhatikan jika
kita akan menggunakan model ini? Bagaimana cara kerjanya? Serta apa saja yang
menjadi ciri khas model tersebut? Kali ini, kita bahas secara detail model Deep
Water Culture ini yuk!
Model Akuaponik DWC
Cara Kerja Model DWC
Menurut (Prambudi, 2017)
cara kerja sistem ini yaitu dengan memompa air yang berasal dari tangki ikan
menuju sistem filtrasi. Dimana, setelah melewati proses filtrasi, air akan
dipompa menuju rakit apung yang berisi tanaman. Rakit apung yang dimaksud
adalah tempat terapung yang digunakan menjadi media tanaman dan umumnya terbuat
dari gabus (Styrofoam/Kayu/Bambu). Pada sistem
Deep Water Culture, hal utama yang harus diperhatikan adalah air di
dalam talang atau gully harus tersaring dari limbah padat apapun sebelum
menyentuh tanaman serta kolam ikan dan kolam tanaman harus dipisahkan. Hal tersebut dikarenakan tidak
adanya media pertumbuhan dan mengacu seperti sistem tanam “Aeroponic”.
Terdapat 3 jenis metode
dalam penerapan DWC :
·
Dengan
Mesin
Sistem yang menggunakan
mesin, harus memperhatikan agar pompa tetap dalam keadaan menyala selama 24 jam
atau selama akar tanaman tidak kering. Hal tersebut mencegah adanya pembusukan
dan kematian pada tanaman.
·
Tanpa
Mesin
Pada DWC tanpa mesin, model
ini hanya menggunakan “rakit apung” yang diletakkan diatas permukaan air kolam.
·
Kombinasi
Penggunaan kombinasi
antara metode dengan mesin dan tanpa mesin sangat dianjurkan karena bisa lebih
optimal baik dari segi biaya maupun teknis perawatannya.
Kelebihan Model DWC
- Tanaman mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus.
- Lebih menghemat air dan nutrisi.
- Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman.
- Biaya pembuatan cukup murah.
Kekurangan Model DWC
- Oksigen akan susah didapatkan tanaman tanpa bantuan alat seperti aerator atau airstone.
- Suhu air sering menjadi hangat dan berpengaruh pada kondisi perakaran.
- Akar tanaman lebih rentan terhadap pembusukan.
- Tidak cocok untuk tanaman berat, besarm atau menjalar.
Tanaman yang Sesuai untuk Sistem DWC
https://hidroponiq.com/2014/07/deep-water-culture-dwc/
Max. 2019. Deep Water
Culture (DWC) - The Definitive Guide. Tersedia di https://www.greenandvibrant.com/deep-water-culture (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00
WIB)
Prambudi, K.A. 2017.
Aquaponic – 2 Sistem Budidaya Terpadu.
Tersedia di https://kokakurui.wordpress.com/2017/10/17/aquaponic-2-sistem-budidaya-terpadu/ (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00
WIB)
Untara, T. 2014.
Pertanian Modern. Tersedia di http://berkebunhidroponik.go.id (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00 WIB).



Komentar
Posting Komentar