Apa Saja Model - Model Akuaponik?
Sistem akuaponik mempunyai beberapa model, nih. Yuk, kita bahas tentang tiga model utama dari akuaponik!
Media Beds
Teknik ini terdiri dari wadah yang penuh dengan batu atau kerikil berpori-pori kecil sebagai media tanamnya. Air dari tangki ikan lalu dialirkan ke wadah tersebut sehingga tanaman dapat mengakses nutrisinya. Pada dasar wadah tersebut terdapat lubang untuk aliran air yang telah terfilter selanjutnya kembali ke kolam ikan. Siklus air tersebut dibantu oleh pompa dan gravitasi.
Hal
yang perlu diperhatikan:
1. Tidak
boleh ada air tergenang pada media tanam.
2. Pompa
rawan tersumbat oleh limbah padat (lumpur, kotoran, sisa pelet, pub, dll)
Kelebihan:
+
Paling mudah dibuat.
+
Tidak perlu filter tambahan
+
Bisa untuk menanam tanaman besar, bahkan pohon
pepaya sekalipun.
Kekurangan:
-
Perlu mengawasi pompa agar tidak tersumbat
oleh limbah padat ikan
- Wadah tanam berat
- Mahal bila menggunakan hydroton seluruhnya
NFT (Nutrient Film Technique)
1. Hasil
filtrasi harus bersih dari limbah padat.
2. Waspada
kebocoran pada sambungan pipa
Kelebihan:
+
Sistem terbaik untuk akuaponik skala
besar, umum digunakan di hidroponik
+
Sangat efisien dalam penggunaan air
+
Susunan tanaman terlihat rapi dan tertata
+
Paling hemat tempat, dapat dibuat vertical
Kekurangan:
-
Tidak bisa menopang tanaman berat seperti
tomat dan mentimun,
DWC (Deep Water Culture)
Hal
yang perlu diperhatikan:
1. Air
harus tersaring dari limbah padat apapun sebelum menyentuh tanaman.
2. Kolam
ikan dan kolam tanaman sebaiknya dipisah.
Kelebihan:
+
Kondisi stabil, jarang terjadi fluktuasi pH dan suhu air karena air tidak berpindah - pindah
+
Minim peralatan/pipa, bisa di set up relatif
murah untuk skala komersil
Kekurangan:
- Perlu asupan bakteri dari luar karena kurangnya media untuk bakteri tumbuh
-
Kapasitas tanaman kecil, sesuai luas kolam air
-
Kotoran ikan kurang terurai sempurna sehingga
tetap terjadi endapan dan perlu di siphon
Referensi:



Komentar
Posting Komentar